Home » Artikel » Istilah dalam Bisnis F&B yang Wajib Dipahami Pelaku Usaha

Istilah dalam Bisnis F&B yang Wajib Dipahami Pelaku Usaha

oleh | Jan 20, 2026

Bisnis F&B bukan cuma soal rasa makanan yang enak. Di balik dapur, menu, dan pelayanan, ada banyak istilah yang sering digunakan oleh pelaku usaha, supplier, hingga distributor. Bagi yang baru terjun ke dunia kuliner, istilah-istilah ini kadang terdengar asing dan membingungkan.

Padahal, memahami istilah dalam bisnis F&B sangat penting, terutama untuk komunikasi dengan tim operasional, vendor, maupun partner usaha. Dengan pemahaman yang sama, proses kerja jadi lebih efisien dan risiko salah paham bisa diminimalkan.

Kenapa Pelaku Usaha Perlu Memahami Istilah Bisnis F&B?

Dalam praktiknya, bisnis F&B berjalan cepat dan penuh koordinasi. Mulai dari pengadaan bahan baku, pengolahan di dapur, sampai penyajian ke konsumen, semuanya melibatkan banyak pihak.

Istilah-istilah F&B biasanya digunakan untuk:

  • Mempercepat komunikasi antar tim
  • Menyederhanakan proses operasional
  • Menjaga konsistensi kualitas menu
  • Memudahkan kerja sama dengan supplier dan distributor

Bagi pemilik usaha Horeca, franchise makanan, hingga bisnis frozen food, pemahaman istilah ini bisa membantu pengambilan keputusan yang lebih tepat.

Istilah dalam Bisnis F&B

Agar tidak bingung lagi, berikut ini beberapa istilah dalam bisnis F&B yang perlu diketahui.

Istilah dalam Operasional Dapur dan Produksi

Berikut beberapa istilah yang sering digunakan dalam operasional dapur dan proses produksi makanan. Istilah‑istilah ini biasanya paling sering terdengar di dapur saat jam sibuk atau ketika tim sedang briefing operasional.

1. Mise en Place

Mise en place adalah kebiasaan menyiapkan semua bahan sebelum mulai memasak. Mulai dari bahan yang sudah dipotong, ditimbang, sampai bumbu yang siap pakai. Dengan mise en place yang rapi, dapur bisa bekerja lebih tenang dan minim kesalahan, terutama saat order sedang ramai.

2. Batch Cooking

Batch cooking berarti memasak dalam jumlah besar sekaligus, bukan per porsi. Cara ini banyak dipakai di usaha dengan penjualan tinggi karena bisa menghemat waktu dan tenaga. Selama prosesnya terkontrol, batch cooking membantu menjaga rasa tetap konsisten.

3. Standard Recipe

Standard recipe adalah resep patokan yang wajib diikuti semua kru dapur. Tujuannya sederhana yaitu supaya rasa dan porsi menu tetap sama, siapa pun yang memasak. Istilah ini sangat penting untuk bisnis franchise atau usaha dengan lebih dari satu cabang.

4. Yield

Yield biasanya dipakai saat menghitung hasil bersih bahan baku. Contohnya, berapa berat ayam setelah dibersihkan dan dipotong. Dengan memahami yield, pelaku usaha bisa memperkirakan kebutuhan bahan dan mengontrol biaya lebih akurat.

5. Prep Time

Prep time adalah waktu yang dibutuhkan untuk menyiapkan bahan sebelum memasak. Semakin rapi prep time‑nya, semakin lancar juga proses produksi saat jam sibuk.

6. Cooking Loss

Cooking loss merujuk pada penyusutan berat bahan setelah dimasak. Misalnya ayam yang beratnya berkurang setelah digoreng. Hal ini wajar, tapi tetap perlu dihitung supaya porsi dan harga jual tidak meleset.

7. Portion Control

Portion control berarti mengatur ukuran porsi agar setiap sajian tetap konsisten. Selain menjaga kualitas, pengaturan porsi juga membantu mencegah pemborosan bahan baku.

8. Cross Contamination

Cross contamination adalah kondisi ketika bakteri berpindah dari satu bahan ke bahan lain, biasanya karena alat atau area kerja tidak dipisahkan. Istilah ini sering muncul saat membahas standar kebersihan dapur.

9. Holding Time

Holding time adalah batas waktu makanan siap saji boleh disimpan sebelum disajikan. Kalau terlalu lama, kualitas rasa dan teksturnya bisa menurun, bahkan berisiko tidak aman dikonsumsi.

Holding time adalah batas waktu makanan siap saji disimpan sebelum disajikan ke konsumen. Melebihi holding time bisa menurunkan kualitas rasa dan tekstur makanan.

Istilah Terkait Menu dan Penyajian

Selain dapur, ada juga istilah yang sering muncul saat menyusun menu dan strategi penjualan. Biasanya istilah ini dipakai saat diskusi harga, promo, atau evaluasi menu.

1. Food Cost

Food cost adalah hitungan biaya bahan baku untuk satu porsi menu. Angka ini jadi dasar penting dalam menentukan harga jual supaya usaha tetap punya margin yang sehat.

2. Menu Engineering

Menu engineering adalah cara membaca performa menu berdasarkan penjualan dan keuntungan. Dari sini, pemilik usaha bisa tahu menu mana yang layak dipertahankan dan mana yang perlu dievaluasi.

3. Upselling

Upselling adalah teknik menawarkan tambahan menu ke pelanggan. Contohnya, menawarkan ayam crispy paket dengan sayur pendamping atau minuman agar nilai transaksi jadi lebih besar.

4. Bundling

Bundling berarti menggabungkan beberapa menu dalam satu paket dengan harga khusus. Strategi ini sering dipakai untuk menarik pembelian dalam jumlah lebih banyak.

5. Signature Menu

Signature menu adalah menu andalan yang paling mencerminkan identitas brand. Biasanya menu ini paling sering direkomendasikan dan dijaga kualitasnya.

6. Menu Rotation

Menu rotation adalah strategi mengganti atau memutar menu secara berkala supaya pelanggan tidak bosan, tanpa harus terus‑menerus membuat menu baru. Menu rotation adalah strategi mengganti atau memutar menu secara berkala untuk menjaga ketertarikan konsumen tanpa harus membuat menu baru secara terus-menerus.

Istilah dalam Manajemen dan Distribusi

Untuk bisnis F&B skala usaha, istilah manajemen dan distribusi juga tidak kalah penting. Biasanya istilah ini sering muncul saat mengatur stok, supplier, dan alur pengiriman.

1. Lead Time

Lead time adalah jeda waktu sejak pemesanan sampai barang diterima. Dengan memahami lead time, pelaku usaha bisa mengatur stok agar tidak kehabisan bahan di saat genting.

2. MOQ (Minimum Order Quantity)

MOQ adalah jumlah minimum pembelian yang ditetapkan supplier. Istilah ini penting dipahami supaya pemesanan tetap efisien dan tidak memberatkan stok.

3. Consistency

Consistency berarti menjaga rasa, porsi, dan tampilan menu tetap sama dari waktu ke waktu. Konsistensi inilah yang membuat pelanggan mau datang kembali.

4. Inventory Turnover

Inventory turnover menggambarkan seberapa cepat stok berputar. Perputaran yang sehat menandakan stok terkelola dengan baik dan minim risiko bahan terbuang.

5. Dead Stock

Dead stock adalah bahan atau produk yang jarang terpakai dan menumpuk di gudang. Kalau dibiarkan, dead stock bisa jadi beban biaya bagi usaha.

6. Supplier Management

Supplier management adalah cara mengelola hubungan dengan supplier, mulai dari kualitas barang, harga, sampai ketepatan pengiriman. Hubungan supplier yang baik sangat berpengaruh pada kelancaran operasional usaha.

Supplier management adalah proses mengelola hubungan dengan supplier, termasuk kualitas barang, harga, dan ketepatan pengiriman. Manajemen supplier yang baik membantu menjaga kelancaran operasional usaha.

Baca juga: Ini Tren Rasa Tahun 2026: Ide Segar untuk Bikin Menu Bisnis F&B Lebih Menarik

Tingkatkan Operasional Bisnis F&B dengan Pemahaman yang Tepat

Memahami istilah dalam bisnis F&B bukan sekadar menambah wawasan, tapi juga membantu usaha berjalan lebih rapi dan terstruktur. Dengan komunikasi yang jelas antar tim dapur, purchasing, hingga operasional, pelaku usaha bisa meminimalkan kesalahan, menjaga efisiensi, dan lebih fokus mengembangkan menu serta memperluas pasar.

Bagi pemilik usaha Horeca, franchise makanan, hingga pengusaha frozen food, kerja sama dengan partner yang tepat juga berperan besar dalam menjaga konsistensi operasional dan kualitas produk yang disajikan ke konsumen.

Lautan Mitra Kreasi hadir sebagai partner bagi pelaku usaha F&B yang ingin menghadirkan menu dessert siap jual tanpa proses produksi yang rumit. Kami menyediakan berbagai pilihan es krim dan gelato siap pakai, soft ice cream, serta sorbet dengan kualitas stabil dan rasa yang konsisten untuk kebutuhan menu dessert. Selain itu, Lautan Mitra Kreasi juga menghadirkan produk pendukung menu utama seperti tepung bumbu ayam crispy, tepung batter untuk nugget, dan tepung bumbu tempura yang dirancang untuk membantu pelaku usaha menjaga kerenyahan, rasa, dan konsistensi produk gorengan.

Rangkaian produk ini cocok digunakan oleh restoran, kafe, hotel, franchise ayam crispy, hingga bisnis frozen food yang membutuhkan solusi praktis, efisien, dan mudah diaplikasikan di dapur operasional. Dengan pilihan produk siap pakai dari Lautan Mitra Kreasi, Anda bisa mengembangkan menu tanpa harus menambah proses produksi yang rumit, sekaligus menjaga standar kualitas di setiap penyajian.

Dengan dukungan produk untuk menu utama dan dessert, Anda bisa lebih fokus pada pengembangan menu, strategi penjualan, dan pertumbuhan usaha. Ingin mengoptimalkan operasional dan menambah daya tarik menu bisnis F&B Anda? Hubungi Lautan Mitra Kreasi sekarang dan follow Instagram kami untuk mendapatkan insight bisnis, inspirasi menu dessert, serta update produk yang relevan untuk kebutuhan usaha Anda.

Related Posts

Artikel Terbaru

Supplier Es Krim di Surabaya untuk Kebutuhan Bisnis F&B

Kalau bicara soal bisnis F&B di Surabaya, persaingannya bisa dibilang cukup padat. Mulai dari kafe kecil, restoran keluarga, sampai usaha dessert dan frozen food, semuanya berlomba-lomba bikin menu yang menarik. Di kondisi seperti ini, es krim sering jadi menu...

Aneka Olahan Ayam Crispy yang Potensial untuk Menu Usaha F&B

Kalau bicara menu yang jarang gagal di usaha kuliner, ayam crispy hampir selalu masuk daftar teratas. Mau konsepnya sederhana atau modern, menu ini cenderung aman karena sudah akrab di lidah banyak orang. Dari anak-anak sampai orang dewasa, dari makan di tempat sampai...